Persoalkan Gaji, Karyawan Malah Disuruh Resain
KENDARI - Salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan Fresh House Kendari memilih resain karena tidak diberi upah oleh perusahaan sesuai dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Kendari.
Ia mengungkapkan, sebelum memundurkan diri, ia bersama karyawan lainnya sempat menghadap pimpinan perusahaan untuk membicarakan masalah upah tersebut. Akan tetapi bukan solusi yang mereka dapatkan malah disuruh resain jika tidak puas dengan upah yang diberikan.Saat bekerja pada perusahaan tersebut, Akbar (22), karyawan yang resain mengaku sudah bekerja di Fresh House Kendari kurang lebih satu tahun. Akan tetapi, upah yang diterima oleh seluruh karyawan kurang dari UMK, yakni hanya berkisar Rp 1,3 juta.
“Itu hari kan kita menghadap rame-rame, baru saya yang bicara, kita minta kalau bisa gajinya kita dinaikkan minimal sesuai dengan UMK. Tapi dia bilang Pak Alven (Pemilik Perusahaan-Red), kalau saya mau penuhi tuntutannya kalian, mending kalian resain saja,” ungkap Akbar beberapa waktu lalu.
Usai mendengar pernyataan Alven Stony, pimpinan perusahaan terebut, pada saat itu juga Akbar mengaku langsung resain dari Fresh House Kendari. Sembari menyampaikan akan mengadu ke Dinas Tenaga Kerja terkait permasalahan tersebut. Namun rencananya tersebut mendapat respon tidak mengenakkkan dari pemilik perusahaan.
“Waktu itu saya langsung bilang mulai ini malam saya resain tapi saya akan laporkan ke Dinas Tenaga Kerja. Tapi langsung dia bilangi saya, kamu ini kaya LSM saja. Saya tidak takut. Saya akan hadapi kamu,” ungkapnya.
“Baru dia bilang lagi, kamu ini orang baru sudah nyolot. Saya ingat persis itu kata-katanya,” sambung Akbar.
Sementara itu, Pimpinan Fresh House Kendari, Alven Stony saat dikonfirmasi menepis pernyataan mantan karyawannya tersebut. Ia mengaku telah menggaji karyawannya di atas UMK.
“Kita didik dia agar bisa bekerja tapi tidak layak. teman-temannya gajinya diatas UMK, kalau dia kan baru belajar kerja, masa dia mau atur-atur yang udah senior. Buktinya yang senior malah gak ada masalah. karyawan saya ada 30, masa saya harus urus dia yang kerja malas,” ungkapnya melalui via whatshap, Rabu (24/1/2018).
Ia mengaku, pihaknya merupakan pelopor untuk pemberian gaji tinggi di Kota Kendari. Menurutnya, banyak usaha lain yang complain terkait sikapnya yang memberikan upah tinggi terhadap karyawannya.
sumber : bosultra.com

Post a Comment